sumutone.com — Lokasi perjudian di Pasar 7 Marelan, Desa Manunggal, Kecamatan Medan Labuhan akhirnya berganti kulit. Lokasi yang dulu diketahui sebagai lapak judi dadu, samkwan dan berbagai jenis perjudian lainnya, kini telah beralih fungsing sebagai markas judi online.
Judi online jenis tebak angka (toto gelap-red) dengan label AK alias Aseng Kayu beberapa bulan belakangan juga telah menyita perhatian publik. Pasalnya, di beberapa kabupaten/kota, judi tebak angka ini kian menggurita.
Diketahui di wilayah kabupaten Serdang Bedagai, Siantar, Simalungin, Deli Serdang, Tanah Karo hingga Kota Medan, para juru tulis dan kordinator lapangan judol ini sudah menguasi dan mengikis pemain lama.
Judol yang kain hari kian ramai ini sudah tak mampu lagi dibendung aparat penegak hukum hingga omsetnya sudah tembus angka ratusan juta. Nah, guna memuluskan skema rekapan tersebut, didirkan markas.
Lokasi di pasar 7 Marelan, Desa Manunggal dipilih. Bukan tanpa alasan, lokasi ini terbilang aman, sebab sudah beberapa tahun belakangan, lokasi ini dijadikan lapak judi offline oleh pengelola, bandar dan pemilik lokasi yang dikethui inisial AK itu.
Apakah Aparat Penagak Hukum Tahu?
Lokasi yang terlah berdiri selama tahunan ini mustahil bila APH tidak mengetahui, bahkan lokasi tersebut sempat di grebek oleh Polda Sumut. Apalagi Polres Pelabuhan Belawan, hilir mudik berita-berita di media online dan media sosial telah bergentayangan di whatsapp para petinggi yang ada di Polres itu. Jadi mustahil APH tidak mengetahui, hingga timbul pertanyaan, Apa Ada?
Saat ini, markas di pasar 7 itu mengoperasikan judi online, sedikitnya terduga bandar judol menggunakan tenaga kerja karyawan sebanyak 30-an pekerja.
Terdiri dari dua puluh karyawan bagian operator dan sepuluh lainnya bertugas menghitung penghasilan perharinya.
Berdasarkan keterangan sumber yang dapat dipercaya, markas judol ini beroperasi tak lama sejak judi dadu putar samkwan dinayatakan tutup. Untuk mengelabui, pekerja masuk lewat lewat pintu bagian belakang.
Gerbang pintu masuk tertutup rapat. Akan tetapi dari sisi jalan bagian belakang tampak terlihat aktivitas perjudian berlangsung. Diduga pengelola judol sengaja menutup gerbang utama dan beraktivitas melalui jalur pintu belakang agar tidak tersorot.
Masih kata sumber, markas judi online ini disebut – sebut dibekingi oknum berseragam loreng berinisial Hen yang juga merupakan bagian keamanan dilokasi ini.
Seperti biasa, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, dan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo saat dikonfirmasi wartawan masih bungkam. (*)










